Archive for January, 2012

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ibnu Abbas, berkata, Maksud Hadist: “Aku dengar Rasulullah SAW bersabda: “Awalnya orang yang meninggalkan solat itu, bukanlah dia termasuk golongan Islam. Allah tidak terima tauhid dan imannya dan tidak ada faedah shodakah, puasa dan syahadatnya”. Alhadist.

Gambaran Azab Bagi Yang Meninggalkan Sholat.

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW, bukan saja diperlihatkan tentang balasan orang yang beramal baik, tetapi juga diperlihatkan balasan orang yang berbuat mungkar, diantaranya siksaan bagi yang meninggalkan Sholat fardhu.

Mengenai balasan orang yang meninggalkan Sholat Fardu: “Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).

Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqor. Maksud Firman Allah Ta’ala: “..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata: “Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?”. Orang-orang yang bersalah itu menjawab: “kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat” Al-ayat.

Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka jawab Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail”.

Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist di atas “yaitu orang yang melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai kepada waktu Sholat lain, maka bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah menjanjikan mereka Neraka Jahannam tempat kembalinya”.

Maksud Hadist: “Siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia telah kafir dengan nyata”.

Berdasarkan hadist ini, Sebagaian besar ulama (termasuk Imam Syafi’i) berfatwa: Tidak wajib memandikan, mengkafankan dan mensholatkan jenazah seseorang yang meninggal dunia dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan sholat. Bahkan, ada yang mengatakan haram mensholatkanya.

Siksa Neraka Sangat Mengerikan

Mereka yang meninggalkan sholat akan menerima siksa di dunia dan di alam kubur yang terdiri dari tiga siksaan.

Tiga jenis siksa di dalam kubur yaitu:

(more…)

Advertisements

detail berita

Ilustrasi (techoveride.devianart)
PertanyaanAssalamualaikum. Pak Ustaz, saya mau tanya mengapa Allah tidak memberikan hidayah yang sama kepada semua orang, sehingga semua orang beriman kepada Allah? Bila memang Allah memilih hanya beberapa hamba-Nya saja untuk menerima hidayah, bukankah orang-orang kafir itu bisa “protes” kelak di yaumil hisab, karena mereka kafir disebabkan Allah tidak memberi mereka hidayah? Bagaimana wujud hidayah Allah itu? Bagaimana wujud bimbingan dan petunjuk Allah itu? Kenapa kita harus “menunggu” datangnya hidayah Allah untuk berubah? Mohon penjelasan. Wassalamualaikum.

(Hamba Allah, Indonesia)

Jawaban

Waalaikumsalam, Hamba Allah yang insya Allah dimuliakan oleh Allah. Kata Hidayah, menurut Qurais Shihab secara maknawi berarti “memberi petunjuk kepada sesuatu” atau “memberi hadiah”. Sedangkan Alquran memaparkan, hidayah setidaknya memiliki dua makna:

1. Menunjuki dan membimbing (QS Fushshilat: 17)
2. Memasukkan iman ke dalam hati atau menjadikan seseorang beriman. (QS Al Qashash: 56)

Sesungguhnya hidayah Allah itu banyak mengitari kita. Para ulama merumuskan empat jalur pemberian hidayah, entah itu disadari ataupun tidak:

1. Insting
Insting atau naluri adalah pola perilaku atau reaksi yang Allah berikan kepada kita tanpa perlu kita pelajari sebelumnya. Hidayah berupa rasa lapar yang memaksa kita mencari makanan, berupa rasa takut yang melindungi dari bahaya dan sebagainya.

Pernahkah Anda melihat gambaran bagaimana insting seorang anak manusia yang baru terlahir, kemudian diletakkan di perut ibunya. Lalu secara naluriah dia merangkak berusaha mencari puting susu ibunya dan meminum air susunya. Itulah hidayah pertama yang Allah berikan untuk kita hamba-Nya. Sebuah bimbingan dasar yang juga Allah berikan kepada segenap makhluk hidup lain.

(more…)